Seminar /diklat:kank Hari Santoso

Loading...

Rabu, 13 Mei 2009

Kepuasan Rakyat Terhadap Pemerintah tidak Statis.

Seiring dengan perkembangan tehnologi dan informasi memunculkan perubahan yang signifikan dalam persepsi rakyat terhadap pemerintah. Rakyat tidak bisa hanya dijejali dengan pidato dan jaji –janji karena bukan zamannya komunikasi satu arah.Mereka memiliki ketrampilan provokasi untuk menyampaikan harapan yang lebih tinggi dari yang diperoleh saat ini. Bukan saja saran ,kritik bahkan caci maki harus diterima dengan lapang dada oleh pemerintah sebagai abdi negara.Suara rakyat kini nyaring dan jelas untuk didengar dan dilihat. Jauh lebih nyaring dari sebelumnya. Pemerintah tidak boleh mengabaikannya, bukan saja karena informasi mereeka dapat menggalang massa tapi juga dapat menarik simpati dunia.Bagaimana pemerintah harus mengantisipasinya ?

Pertama, pemerintah harus paham phisical need dari rakyatnya.Kebutuhan dasar pisik dari rakyat mayoritas tidak boleh diabaikan. Bukan hanya bermaian main denagan data kemiskinan dan penggangguran yang bisa multi tafsir.Tetapi tindakan solitif yang nyata pada peningkatan kualitas kehidupan mereka. Meningkatkan pendidikan kaum ibu, pemberdayaan ekonomi melalui UKM , pembenahan rumah rumah kumuh ,kesataraan gender dan kesadaran kesehatan masyarakat . Harus menjadi prioritas utama rencana strategis pembangunan nasional. Rakyat menjadi bahagia karena kebutuhan dasar nya dapat dipenuhi secara mandiri.

Kedua, pemerintah tidak boleh gegabah dalam menentukan kebijakan.Keberpihakan terhadap salah satu masyarakat atau kelompok status sosial ekonomi tertentu. Mengakibatkan rakyat menggangap pemerintah tidak adil, rentan terjadi perpecahan .Dapat memicu tindakan anarkis dan kecemburuan sosial.Jika ini dibiarakan akan mengakibatkan dis integrasi bangsa. Citra pemerintah bisa jatuh dimata dunia yang berakibat pada perekonomian dalam negeri.Jangan jadikan kebijakan sebagai kosmetik kepentingan pribadi atau golongan.Kalau masih ingin lama memegang tampuk kepemimpinan.
Ketiga,pemerintah tidak bisa seenaknya mengklaim keberhasilannya. Citra kulitas keberhasilaan adalah reputasi perjuanagan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat , yang membawa perubahan kebaikan dan kemajuan dari kondisi sebelumnya.Rakyat sudah sangat cerdas, mereka memiliki ketrampilan akses informasi . Mereka tahu siapa yang hanya pandai membangun citra dan siapa yang benar benar bekerja membela kepentingannya.Jadi pemerintah harus fokus untuk melayani masyarakat secara optimal sambil tidak lupa untuk terus mengkomunikasikannya.Agar tercipta persepsi positip dari kinerja pemerintahan.

Keempat,budaya pelayanan harus ditumbuhkan terutama pada instansi pelayanan masyarakat. Jangan ada lagi prinsip bila bisa dipersulit kenapa dipermudah. Hapus segala birokrasi yang benar benar tidak penting yang menghambat jalannya kecepatan , kemudahan, murah dan hasil yang lebih baik. Pemerintah harus membuat regulasi yang membuat rakyat menjadi bersemangat menjalanakan kewajibannya sebagai warga negara. Sekaligus mendapatkan hak dalam mendapatkan pelayanan secara optimal dari pemerintahnya.Perlu diciptakan indikator kepuasan masyarakat terhadap kualitas hasil pelayanan dan cara melayani.

Kelima,pemerintah tidak hanya reaktif dlam menangani problem dari rakyat. Melainkan harus memiliki kepekaan dalam membaca realitas masa depan bangsa. Sehingga pencegahan terhadap musibah , bencana alam krisis ekonomi dapat diantisipasi jauh - jauh hari. Dengan demikian rakyat memiliki ketahanan dalam menghadapi kekakacauan atau krisis yang melanda. Pemerintah wajib punya rencana stragis untuk masa depan. Beserta target pecapaiannya. Kebijakan mengatasi kondisi krisis harus diterjemahkan dalam bahasa pendanaan . Agar rakyat tidak menderitah dan terlunta lunta saat krisis melanda.

Keenam,pemerintah tidak boleh salah dalam menempatkan orang.Karena jika pekerjaan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Maka dapat dipastikan akan tiba kehancuran. Dalam menyusun kabinet bukan dikarenaakan balas jasa bagi bagi hasil. Melainkan karena seluruh elemen pelaksaana negara benar benar kompeten dibidangnya. Sehingga diharapkan hasil optimal yang didapat.Bekerja secara efesien dan efektif dalam menjalankan tugas pelyanana kepada rakyat.
Ketujuh,jangan tunda persoalan genting yang menimpa masyrakat. Ukuran kepercayaan masyarakat kepaada pemerintah justru pada keterampilan mengambil keputusan disaat genting.Solusi atas masalah yang genting secara tepat dan adil dilihat sebagai credibility .Hal ini akan menaikan citra pemerintah dimata masyarakat dibandingkan pada kondisi normal. Jangan diamkan kasus karena rakyat sudah semakin cerdas. Kebenaran memang pahit tetapi pahitnya bisa jadi obat kuat.Jangan pertaruhkan kepercayaan masyarakat demi menutupi kesalahan segelintir orang . Karena saat ini pasti akan terbongkar , cepat atau lambat.

Logika kebo :” Mudah-mudahan pemerintah selanjutnya meletakkan kepuasaan masyarakat sebagai key peformance indicator pemerintahannya”.Mungkin nggak yah ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar